Pada tanggal 22 Januari 2026, Amerika Serikat secara resmi menyelesaikan penarikan diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah proses selama setahun yang dipicu oleh perintah eksekutif.
Penarikan diri AS dari WHO bukan sekadar sebuah perkembangan baru. Faktanya, ini adalah kedua kalinya perubahan besar ini terjadi, didorong oleh kekhawatiran yang sudah berlangsung lama mengenai tata kelola kesehatan global, pendanaan, dan kepentingan nasional.
Kali ini, keputusan tersebut menyusul perintah eksekutif yang ditandatangani dan proses hukum yang telah selesai.
Artikel ini menjelaskan berita terkini, menelusuri konteks sejarah, dan memberikan wawasan tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya.
Upaya Keluar dari WHO AS Sebelumnya pada tahun 2020
Penarikan diri AS dari WHO secara serius pertama kali terjadi pada tahun 2020, pada puncak pandemi COVID-19.
Presiden saat itu, Donald Trump, mengumumkan bahwa AS akan meninggalkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karena menuduhnya terlalu dekat dengan Tiongkok dan lambat merespons peringatan dini wabah tersebut.
Pada saat itu, Amerika Serikat adalah kontributor keuangan terbesar bagi pendanaan WHO sekitar 15% dari total anggarannya melalui iuran wajib dan program sukarela.
Pengumuman ini segera menimbulkan kekhawatiran di seluruh lembaga kesehatan masyarakat, universitas, dan organisasi nirlaba kesehatan global.
Namun, jalan keluar sebelumnya tidak pernah terwujud sepenuhnya.
Mengapa Keluarnya AS Dari WHO Tahun 2020 Tidak Terjadi
Meskipun ada pengumuman tersebut, Amerika Serikat tidak menyelesaikan proses penarikan diri pada tahun 2020. Ada beberapa faktor yang mengintervensi:
- Aturan waktu yang sah
Peraturan WHO mensyaratkan periode pemberitahuan satu tahun dan pembayaran penuh atas iuran yang belum dibayar sebelum seorang anggota dapat keluar dari keanggotaannya.
- Penolakan dalam negeri
Kongres mengambil tindakan untuk membatasi pemotongan dana, dan para pemimpin kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa keluar dari negara tersebut selama pandemi akan melemahkan pengawasan penyakit di AS.
- Perubahan administrasi
Pada bulan Januari 2021, Presiden Joe Biden mengubah arah pada hari pertamanya menjabat, menghentikan penarikan diri dan memulihkan hubungan dengan WHO.
Akibatnya, berita utama keluarnya AS dari Organisasi Kesehatan Dunia tidak pernah menjadi kenyataan saat itu. AS tetap bertahan, melanjutkan pendanaan, dan bergabung kembali dengan program vaksin, pengawasan, dan tanggap darurat yang dipimpin WHO.
Jeda ini penting karena akan menentukan cara kedua belah pihak menyikapi masalah ini di kemudian hari.
Apa yang Berubah Kali Ini
Keluarnya Amerika Serikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini mengikuti jalur yang lebih disengaja dan lengkap secara hukum.
Pada bulan Januari 2025, perintah eksekutif baru memulai kembali proses penarikan. Kali ini, pemerintah mengizinkan periode pemberitahuan penuh untuk berjalan, menghentikan partisipasi dalam badan tata kelola WHO, dan mengakhiri aliran pendanaan yang terkait dengan program WHO.
Pada awal tahun 2026, persyaratan telah dipenuhi. Alhasil, Amerika Serikat resmi keluar dari WHO.
Berbeda dengan upaya sebelumnya, tidak ada pembalikan.
Mengapa AS Terus Kembali pada Keputusan Ini
Untuk memahami mengapa AS keluar lagi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada baiknya jika kita melihat lebih dari sekedar kepribadian dan fokus pada ketegangan struktural.
Kekhawatiran AS yang Sudah Lama Terjadi
Di seluruh pemerintahan, para kritikus juga mengemukakan poin serupa:
- Ketergantungan WHO pada pendanaan sukarela terkait dengan prioritas donor
- Kekuasaan penegakan hukum yang terbatas terhadap negara-negara anggota
- Tekanan politik dari negara-negara besar selama krisis
- Pengambilan keputusan yang lambat pada saat wabah terjadi dengan cepat
Pendukung penarikan diri berpendapat bahwa isu-isu ini melemahkan kontrol nasional selama keadaan darurat. Mereka yakin AS dapat merespons lebih cepat melalui perjanjian kesehatan bilateral dibandingkan melalui badan global.
Pergeseran dari Sistem Multilateral
Keluarnya WHO sesuai dengan pola yang lebih luas dalam perdebatan kebijakan luar negeri AS. Argumen serupa juga muncul seputar badan perdagangan, perjanjian iklim, dan aliansi keamanan.
Logikanya konsisten: lembaga-lembaga global dapat melemahkan pengaruh nasional, sementara kemitraan langsung memberikan kendali yang lebih besar.
Apa yang Terjadi Setelah Percobaan Terakhir
Upaya penarikan diri sebelumnya masih mempunyai konsekuensi, meskipun dibatalkan.
- WHO mulai merencanakan pengurangan dana AS
- Negara-negara lain meningkatkan kontribusi untuk mengisi kesenjangan jangka pendek
- Kepercayaan antara lembaga-lembaga AS dan kepemimpinan WHO melemah
- Koordinasi kesehatan global menjadi lebih hati-hati dan terfragmentasi
Gempa susulan itu penting saat ini. Banyak negara mengingat ketidakpastian pada tahun 2020 dan sedang mempersiapkan rencana darurat untuk menghindari gangguan kali ini.
Apa Arti Keluar Ini Secara Praktis
Dengan resminya AS keluar, beberapa perubahan segera terjadi:
- Tidak ada kursi AS di badan pengambilan keputusan WHO
- Tidak ada akses langsung ke koordinasi darurat yang dipimpin WHO
- Hilangnya pengaruh terhadap standar kesehatan global
- Kesenjangan pendanaan dalam program penyakit yang dulunya didukung oleh dana AS
Pemerintah telah menyatakan akan mengejarnya kemitraan kesehatan global langsungNamun hal ini memerlukan perjanjian baru, kerangka kerja berbagi data, dan pembangunan kepercayaan yang sudah ada secara otomatis melalui keanggotaan WHO.
Kapan AS Meninggalkan WHO Sepenuhnya Efektif?
Penarikan ini sudah berlaku setelah selesainya periode pemberitahuan satu tahun dan langkah-langkah administratif.
Yang masih belum terselesaikan adalah transisi praktis, termasuk mekanisme berbagi data dan koordinasi selama wabah di masa depan.
Apa yang Disarankan Sejarah Terjadi Selanjutnya
Berdasarkan upaya keluar sebelumnya, beberapa hasil yang mungkin terjadi:
- Koordinasi kesehatan global menjadi lebih terfragmentasi
- WHO melakukan penyesuaian dengan mengalihkan ketergantungan ke Eropa dan Asia
- AS membangun sistem paralel dengan biaya lebih tinggi
- Pemerintahan di masa depan menghadapi tekanan untuk bergabung kembali
Sejarah menunjukkan bahwa krisis kesehatan cenderung mendorong negara-negara kembali ke arah kerja sama. Apakah hal ini akan terjadi lagi akan bergantung pada skala dan waktu terjadinya keadaan darurat global berikutnya.
Catatan Akhir
Itu Penarikan AS dari WHO bukanlah sebuah jeda yang tiba-tiba, melainkan kelanjutan dari perdebatan yang dimulai bertahun-tahun yang lalu.
Upaya sebelumnya mengungkapkan betapa sulitnya mengganti sistem kesehatan global ketika sistem tersebut melemah.
Kali ini, jalan keluarnya adalah nyata, lengkap, dan sudah membentuk kembali cara dunia bersiap menghadapi krisis berikutnya.
Apakah AS tetap berada di luar negeri atau akhirnya kembali, konsekuensi dari keputusan ini akan berdampak jauh melampaui Washington dan Jenewa.
Maria Isabel Rodrigues